Monthly Archives: October 2008

kontemplasi satu malam

malam liris jendela bulan  menampak membawa bayangan jatuh ke benak bertegur lirih dengan masa saat dia melewati kisi hati membawa sejuta syair yang mesti diurai tepekur, meninabobokkan diri menikmati nyanyian bumi yang mengalun bersepi kidung terusik dalam sunyi tak berirama, … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | 14 Comments

manusia menciptakan kotak

manusia menciptakan kotak bukan Tuhan manusia menciptakan jarak bukan Tuhan Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dipetakkan

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 12 Comments

titik air tidak ke tanah

titik air tidak ke tanah titik air dia terdiam menggenang di pelupuk mata sampai waktunya dia tertumpah dingin tidak bertiup dingin dia terdiam mengendap di hati sampai waktunya dia terbuncah waktu tidak berjalan waktu dia terdiam memeluk keengganan sampai waktunya … Continue reading

Posted in Uncategorized | 16 Comments

maafkan, semoga kau mengerti

maafkan aku tak dapat memberimu puisi di atas bantal atau kecupan kecil untuk membangunkanmu dari mimpi pun satu pelukan hangatkan hatimu dari dinginnya sunyi saat bulan mulai bersembunyi di ufuk pagi maafkan bila hanya larik kata ini yang bisa menemuimu … Continue reading

Posted in Uncategorized | 14 Comments

jeda

tengah hari waktu menikmati hidup sebait kopi dan selarik asap di beranda belakang di suatu tempat :bukan di bumi

Posted in Uncategorized | 15 Comments

yang kesekian tentang cinta

madah telah kupujikan, kasih mengapa engkau masih tampak luyu ? telah kutembangkan asmarandana setiap waktu apakah itu tidak cukup untukmu ? mengapa masih bertanya apakah aku cinta sejatimu ? apakah cinta harus dibekap ? ataukah juga mesti diucap ? biarlah … Continue reading

Posted in Uncategorized | 20 Comments

hilangnya sajak di hutan

konon ada sajak-sajak di hutan yang telah lama berdiri di sana bahkan sebelum aku dibuat bergerombol bersama sanak saudaranya sajak-sajak di hutan membawa keteduhan mencipta sipongang di sela keheningan suatu hari dia mendengar bahwa saudaranya telah banyak pindah ke kota … Continue reading

Posted in Uncategorized | 8 Comments

aku adalah puisi !

apakah aku harus membuat puisi tentang malam ? ataukah aku akan membuat puisi tentang sepi ? tidak karena meraka telah menjadikanku sebuah puisi

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 18 Comments

monolog vertical 1/3 malam

aku terbangun di puncak waktu menemani suara yang tak terdengar menyambangi angin yang kesepian yang menggigil di relung kamar menyapa alas sujudku yang mulai kumuh kurasakan tetesan embun yang liris melambai di balik jendela yang temaram ingin mendekap menuntaskan rindu … Continue reading

Posted in Uncategorized | 545 Comments

saat hening masih bersamaku dan ku menunggu untuk mencium-Mu

belum kumainkan tarian suci itu, hari ini masih menunggu sang pengusik hati itu membuatku terpaku dalam penantian berharap dia datang lebih awal dan lebih sering agar dapat kurapatkan ….cinta ….kasih pada ciumanku kuhabiskan penantian menyanyikan lagu langit dan lagu bumi … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | 24 Comments