apakah aku harus membuat
puisi tentang malam ?
ataukah aku akan membuat
puisi tentang sepi ?
tidak
karena meraka telah menjadikanku
sebuah puisi
apakah aku harus membuat
puisi tentang malam ?
ataukah aku akan membuat
puisi tentang sepi ?
tidak
karena meraka telah menjadikanku
sebuah puisi
berpuisilah bersamaku
ayo, ayo…sedulurku…
aku adalah aku
aku tak pandai berpuisi
cuma bisa basa-basi
alamak abang ini…
bidang kita beda2 bang.
abang membangun rakyat saja sambil menikmati puisiku.
salam hangat
dengan apa aku berdiri
di tepian hati
nan sepi
sendiri
nikmatilah sepi

kau kan dapat kokoh berdiri
tanpa penopang, hanya hati
tepuk tanganlah aku bang karena disanalah ternyata abang sebenarnya
tetap berkarya ya,bang
salam hangat selalu
kedatanganmu selalu kutunggu, brother…
untuk menikmati ruang yang sama
tetap berkarya untukmu juga
salam hangat dariku, blue
Aku datang dengan sejuta kenangan, setumpuk harapan yg kan kuraih.., Oh Dewi apakah kau dengar rintihanku……
tuyi…tuyi…sadar, kamu kelebihan beban
karena membawa ‘sejuta kenangan’ dan ‘setumpuk harapan’, hehe…
salam kawan
bertandang.. disini ramai ya
berkunjunglah ke rumah
ada secangkir kopi dan sepotong ubi
“awas darah tinggi”
aku sudah mencoba bertandang, kawan
setelah ketok pintu beberapa kali,akhirnya kau bukakan.
yah, hanya ingin mencicipi secangkir kopi dan sepotong ubi.
he..he..
salah kaitkan tadi aku engsel pintunya
nah, sekarang sudah benar kan ?
Ternyata…
malam dan sepi itu telah menjelma menjadi sebuah sosok? (^^,)
haha…hanya Tuhan yang tahu…
sepi…. malam……
sesepi malam…… malam yang sepi……
puisi malam…… mengusir malam yang sepi….
**halaah puisi maksa**
ngusir malam yang sepi gampang, bang.
siapkan kopi, rokok dan rebusan ubi…
Lihatlah lihat…
Kini awan berarakan membawa hujan,
siap membasahi bumi dengan berkah dari TUHAN.
Tapi anak manusia seakan tak pernah mengerti,
hujan kini jadi petaka, panas di hujat,
dingin ditabukan, maksiat diiyakan …
Bingung, fiuh… apakah karena tiada yang peduli,
karena semuanya memilih untuk berkata
tanpa berbuat
Persis seperti sebuah puisi tanpa jiwa,
dingin, kering, tiada bermakna …
Ah … dan akhirnya aku memilih kabur sebelum dimassa
menjadi sebuah puisi, berarti puisi yang kau tulis adalah dirimu sendiri… Kau adalah puisi, puisimu adalah dirimu… puisi yang berjiwa
—————–
Keren nian perumpamaanya Bung
terus berkarya …
*halah*
mungkin saat ini iya, bung….

entah nanti, mau jadi apa lagi, haha….
sekehendak angan dan sang pencipta waktu-lah
salam…
ada yang hilang saat aku maju bersama keheningan malam
Saat mata yang lelah sayu..berjuang memaksaku lelap.
Aku tak mau kau rayu.
Aku ingin diam disini..membisu..
Menikmati malam yang dingin ..tapi menyelimutiku dengan anggun
Menegurku yang sepi..karena hati ini bertanya..hendak kemana kau sendiri..
Maka ..aku hanya akan berpuisi.
aku selalu kaget kalo kamu mulai menulis serius, yess.
tapi suer, kali ini aku nggak tertawa….
aku tersenyum…menikmati puisimu…
wah, seneng deh main ke sini…puisi di balas puisi…
hm, mas…bisa bantu saya gak memahami puisi nya mas yang ini ga…?
hehe, maklum, masih pemula…
wah…saya juga pemula je….hehe…
sebenarnya interpretasi setiap orang terhadap suatu puisi adalah bebas.
itulah keindahan sebuah puisi….
tapi tentu tetap ada ‘hati’ si pembuatnya.
saya suka dengan kesunyian, kesepian malam, hujan…..itu indah menurut saya…itu puisi menurut saya
nah disitulah saya…..
salam….dan mari terus berkarya
puisi adalah untaian kata hati…
….dan sosok itu sendiri….
malam adalah kesedihan,
ketika sepi menyapa setiap detiknya
malam juga adalah lelap,
ketika sibuk melalap setiap siangnya
-btw kenapa ya rasa kangen itu seringnya muncul kalo malem2?-
kesunyian yang sering menggoda rasa itu untuk menggeliat….
jadi belum tentu datangnya malam dong…
cuma karena malam lebih sepi saja, akhirnya seringnya dia bertamu malem2..
sedang merindukan seseorang ni… ?
salam buat bu Enny, ya….
wah…kok jawabannya sama dengan yang pernah saya katakan pada bbrp orang yang kadang juga bingung menerjemahkan tulisan saya…
sepakat sih mas…emang tiap orang bebas mengintrepetasikan tulisan oranglain. itulah seni dan indahnya sebuah tulisan. mungkin itu sebabnya dikatakan universal yah…
hm, thx yah mas…
salam.
nah…kalo masalah jawaban,
mungkin ini adalah kesamaan pikiran kita sebagai sesama penulis puisi, haha….
salam
hmmm
emm..puisi..
malam..banyak rahasia dibalik malam bila kita cermat
betul sobat
Sepi adalah senyap yang merayap
Akan aku bunuh sepi itu
Sebelum ia benar-benar membunuhku.