aku adalah puisi !

apakah aku harus membuat
puisi tentang malam ?
ataukah aku akan membuat
puisi tentang sepi ?

tidak

karena meraka telah menjadikanku
sebuah puisi

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to aku adalah puisi !

  1. latree says:

    berpuisilah bersamaku

    ayo, ayo…sedulurku…

  2. mikekono says:

    aku adalah aku
    aku tak pandai berpuisi
    cuma bisa basa-basi

    alamak abang ini…
    bidang kita beda2 bang.
    abang membangun rakyat saja sambil menikmati puisiku. :D
    salam hangat

  3. abeeayang says:

    dengan apa aku berdiri
    di tepian hati
    nan sepi
    sendiri

    nikmatilah sepi
    kau kan dapat kokoh berdiri
    tanpa penopang, hanya hati
    :)

  4. tepuk tanganlah aku bang karena disanalah ternyata abang sebenarnya
    tetap berkarya ya,bang
    salam hangat selalu

    kedatanganmu selalu kutunggu, brother…
    untuk menikmati ruang yang sama
    tetap berkarya untukmu juga
    salam hangat dariku, blue

  5. tuyi says:

    Aku datang dengan sejuta kenangan, setumpuk harapan yg kan kuraih.., Oh Dewi apakah kau dengar rintihanku……

    tuyi…tuyi…sadar, kamu kelebihan beban :D
    karena membawa ‘sejuta kenangan’ dan ‘setumpuk harapan’, hehe…
    salam kawan

  6. bertandang.. disini ramai ya
    berkunjunglah ke rumah
    ada secangkir kopi dan sepotong ubi
    “awas darah tinggi”

    aku sudah mencoba bertandang, kawan
    setelah ketok pintu beberapa kali,akhirnya kau bukakan.
    yah, hanya ingin mencicipi secangkir kopi dan sepotong ubi. :)

  7. he..he..
    salah kaitkan tadi aku engsel pintunya
    nah, sekarang sudah benar kan ? :D

  8. -G- says:

    Ternyata…
    malam dan sepi itu telah menjelma menjadi sebuah sosok? (^^,)

    haha…hanya Tuhan yang tahu…

  9. Yari NK says:

    sepi…. malam……
    sesepi malam…… malam yang sepi……

    puisi malam…… mengusir malam yang sepi….

    **halaah puisi maksa** :mrgreen:

    ngusir malam yang sepi gampang, bang.
    siapkan kopi, rokok dan rebusan ubi… :D

  10. bisaku says:

    Lihatlah lihat…
    Kini awan berarakan membawa hujan,
    siap membasahi bumi dengan berkah dari TUHAN.
    Tapi anak manusia seakan tak pernah mengerti,
    hujan kini jadi petaka, panas di hujat,
    dingin ditabukan, maksiat diiyakan …

    Bingung, fiuh… apakah karena tiada yang peduli,
    karena semuanya memilih untuk berkata
    tanpa berbuat
    Persis seperti sebuah puisi tanpa jiwa,
    dingin, kering, tiada bermakna …

    Ah … dan akhirnya aku memilih kabur sebelum dimassa :mrgreen:
    —————–
    Keren nian perumpamaanya Bung :) menjadi sebuah puisi, berarti puisi yang kau tulis adalah dirimu sendiri… Kau adalah puisi, puisimu adalah dirimu… puisi yang berjiwa :)

    terus berkarya …

    *halah*

    mungkin saat ini iya, bung….
    entah nanti, mau jadi apa lagi, haha….
    sekehendak angan dan sang pencipta waktu-lah :D
    salam… :)

  11. ada yang hilang saat aku maju bersama keheningan malam
    Saat mata yang lelah sayu..berjuang memaksaku lelap.

    Aku tak mau kau rayu.
    Aku ingin diam disini..membisu..

    Menikmati malam yang dingin ..tapi menyelimutiku dengan anggun
    Menegurku yang sepi..karena hati ini bertanya..hendak kemana kau sendiri..

    Maka ..aku hanya akan berpuisi.

    aku selalu kaget kalo kamu mulai menulis serius, yess.
    tapi suer, kali ini aku nggak tertawa….
    aku tersenyum…menikmati puisimu… :D

  12. hesra says:

    wah, seneng deh main ke sini…puisi di balas puisi…
    hm, mas…bisa bantu saya gak memahami puisi nya mas yang ini ga…?
    hehe, maklum, masih pemula…

    wah…saya juga pemula je….hehe…
    sebenarnya interpretasi setiap orang terhadap suatu puisi adalah bebas.
    itulah keindahan sebuah puisi….
    tapi tentu tetap ada ‘hati’ si pembuatnya.
    saya suka dengan kesunyian, kesepian malam, hujan…..itu indah menurut saya…itu puisi menurut saya
    nah disitulah saya…..
    salam….dan mari terus berkarya

  13. Kwek Lie Na says:

    puisi adalah untaian kata hati…

    ….dan sosok itu sendiri….

  14. narpen says:

    malam adalah kesedihan,
    ketika sepi menyapa setiap detiknya
    malam juga adalah lelap,
    ketika sibuk melalap setiap siangnya

    -btw kenapa ya rasa kangen itu seringnya muncul kalo malem2?-

    kesunyian yang sering menggoda rasa itu untuk menggeliat….
    jadi belum tentu datangnya malam dong…
    cuma karena malam lebih sepi saja, akhirnya seringnya dia bertamu malem2..
    sedang merindukan seseorang ni… ? :D
    salam buat bu Enny, ya….

  15. hesra says:

    wah…kok jawabannya sama dengan yang pernah saya katakan pada bbrp orang yang kadang juga bingung menerjemahkan tulisan saya…
    sepakat sih mas…emang tiap orang bebas mengintrepetasikan tulisan oranglain. itulah seni dan indahnya sebuah tulisan. mungkin itu sebabnya dikatakan universal yah…

    hm, thx yah mas…

    salam.

    nah…kalo masalah jawaban,
    mungkin ini adalah kesamaan pikiran kita sebagai sesama penulis puisi, haha….
    salam :)

  16. soezack says:

    emm..puisi..
    malam..banyak rahasia dibalik malam bila kita cermat

    betul sobat :)

  17. AdaM says:

    Sepi adalah senyap yang merayap
    Akan aku bunuh sepi itu
    Sebelum ia benar-benar membunuhku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>