konon ada sajak-sajak di hutan
yang telah lama berdiri di sana
bahkan sebelum aku dibuat
bergerombol bersama sanak saudaranya
sajak-sajak di hutan membawa keteduhan
mencipta sipongang di sela keheningan
suatu hari dia mendengar bahwa
saudaranya telah banyak pindah ke kota
naik kapal menyeberang samudra
menjadi meja kursi dan sofa
ada yang menjadi karyawan kantor
ada yang menjadi pegawai hotel
ada yang nongkrong di gedongan
konon sajak-sajak di hutan
tergiur oleh bujukan para juragan
untuk melakukan exodus besar-besaran
menyusul saudara mereka yang telah lama pindah
menyandang gelar warga metropolitan
sajak-sajak di hutan lupa diri
mereka telah lupa akan janji
kepada tanah yang telah menyuapi
sajak-sajak mulai pergi
hingga sajak di hutan pun tak ada lagi
tolong sampaikan
maafku pada hutan
tanah – tanah yang kekeringan
dan kehilangan
tolong sampaikan
pembelaanku pada hutan
sajak – sajak yang indah
untuk mata mengenyangkan
atas nama kesenian
perabotan yang menawan
dan gengsi yang melayang
sajak hutan jadi korban
tolong sampaikan
maafku pada hutan…
hi…maaf ya mas, jadi ikutan berpuisi.
tapi aku beneran minta maaf, soalnya kerjaku ngerancang produk dari kayu…baca puisi mas, jadi serba salah…hiks…!!!
moga – moga makin banyak yang sadar untuk menghidupkan sajak – sajak hutan yang baru yah mas!
hehe…jadi ikutan serba salah nii…

soalnya terus terang saya sedih, mbak. membayangkan pohon yang berumur ratusan tahun, kemudian ditebang hanya demi gengsi. belum lagi hutan yang menjadi ratusan lapangan bola. halah…
tapi…semoga, mbak Nadin juga seorang penanam sajak…biar bisa tercipta sipongang yang indah…
halo salam kenal!!
mampir ke blog ku ya!!
halo….salam kenal juga !
Sebetulnya tak masalah, jika kayu yang digunakan diambil secara legal, sesuai aturan tertentu…dan pohon yang belum waktunya tak boleh diambil…dengan demikian hutannya tetap terjaga
masalahnya yang ngurusi aturan kadang lupa, bu…setelah melihat lambaian penggoda iman.
lagipula mereka berpikir bahwa pohon tumbuh dengan sendirinya layaknya perdu dan dalam waktu yang sesingkat2nya, jd mereka nebangnya ya ngawur…hehe…
Blogwalking Sambil Nyari Kenalan
Salam Dari duitptc.info
salam kenal
he..he..
serimbunnya-rimbunnya
puisi membalut apa
darr…!!!
musnah
puisi…paling tidak…itulah perasaan kita
lucarsa…mafka…mereka roh pohon yang senantiasa menangis mas…
manusia tak dapat mendengarnya..
kecuali mereka yang sempat mendengar sajak hutan itu…
salam
lucarsa….mafka….semoga mereka meciptakan sajak di hati setiap orang…
buat mencintai hutannya…
salam kawan
ini tentang hutan dan pohon???
halahh kirain tentang laut dan gunung!?!?
*tampar yessy!!!*
ketika hutan telah tiada
ketika bencana mulai mendera
baru kita semua membuka mata
dan……
KASEPPPPP (***bahasa jawa ndeso****)
bener, kang…
itulah endonesa, mudenge nek wis kasep !
suwun ya, udah dolan di sini