Monthly Archives: November 2008

saat penyair kehilangan kata

biasanya mengalirlah kata-kata lewat nadiku entah kenapa, tiba-tiba tersendat biasanya larik kata terhembus oleh nafasku entah kenapa, tiba-tiba menyesak biasanya aku menyatu dengan sajakku entah kenapa, tiba-tiba dia menalak biasanya malam dan hujan bercakap denganku entah kenapa, tiba-tiba bersapa saja … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 3 Comments

balada burung emprit dan lubuk kering

gerangan apa yang disampaikan burung emprit itu ? sehelai rumput ada di cucuknya bertulis kabar tentang kekeringan di lubuk di hutan seberang oo bukan, itu bukan lagi lubuk kini lubuk itu telah beraspal yang tersisa hanya rumput kering dan enceng … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | 5 Comments

buat Kin di kedamaian…

Dear Kin, Dedaunan layu berjatuhan, ketika aku menulis ini Kin. Rinduku mungkin telah mencapai puncak. Ingin aku bertemu dengan kamu, seperti dulu. Tapi aku sadar kita tak akan bisa ketemu. Kadang aku terbangun tengah malam, hanya untuk melihat ke luar … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , | 22 Comments

apa kabar negeriku ?

ada perdebatan tentang nasib yang jadi taruhan tentang sejumlah mulut yang butuh makan tentang otak yang butuh isian ada pora di ruang mulia tentang belum penuhnya bejana harta tentang orang-orang tak bernama tentang amanat yang terabaikan ada yang belum selesai … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | 16 Comments

bumiku, porak poranda

bumiku gempita porak poranda diinjak-injak dajal-dajal kurang ajar yang tak tahu adat, tak tahu tata krama tanah basah oleh darah-darah, dosa dan sebangsanya kuberteriak lantang dengan tangan terkepal, teracung tak ada yang mendengarku, melihatku wajah wajah tanpa wajah tanpa hati … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , | 33 Comments

pagi dan hujan

pagi dan hujan bukan suatu jalinan yang kuinginkan saat melihat romansa di pinggir jalan sepasang kekasih berpeluk berpayung dengan sesungging senyuman pagi dan hujan menyembunyikan kehangatan yang dinanti rumput dan tanah yang kedinginan atau juga pejalan di sepanjang trotoar saat … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , | 1 Comment

di tepian hari

aku duduk, merenung di salah satu anak tangga yang terlindung kubah dan itu di terasnya di bawah kesunyian bersedekap menunggu membiarkan air mata jatuh menjadi manik pasir sebuah tempat telah kusiapkan untuk menulis pesan yang kutunggu dan kesunyianpun masih terus … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 1 Comment

aku rindu matahari

bahkan dinginpun membeku bahkan anginpun membisu bahkan benakpun kelu menghitung detak detik waktu yang lewat begitu saja di sela kekosongan semakin menantang kesabaran bersirobok dengan kebisuan membatu di pematang malam mengusir kepenatan yang setia dendamku pada pagi :aku rindu matahari

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | 1 Comment

cerita tentang romantisme

siapa bilang romantisme telah mati, kekasih buktinya seonggok puing hati telah kuserahkan padamu menemani warna merah bunga mawar yang juga telah berada ditanganmu terlalu pagi untuk memutuskan semua itu seperti juga masih terlalu dini untuk membuang semua perasaan yang pernah … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | 3 Comments

ujung sepi

merenung sampai malam di batas angan-angan di batas kesadaran di ujung keluh kesah yang semakin dalam sehelai daun kemangi bercerita tentang setetes embun yang selalu dirindukannya untuk menidurkan rasa haus yang selalu datang yang kadang datang kesiangan hanya untuk menjumpai … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 70 Comments