ketika rembulan enggan beranjak, menemaniku dalam kesedihan

saat matahari mulai bercakap
rembulan memelintirkan tubuhnya dalam kelelahan
semalam, telah begadang dia
menyibak kabut dan awan
yang tak sengaja menutup bintang
angin mulai terasa hangat
seonggok daun kering terpuruk
di pojok sana

maya,
kuharap engkau tahu kepedihan ini
yang mulai kurasa menguras rasa perihku
mungkin engkau mampu menawarkannya

tiap kali kurasa torehan tajam di dada
sebanyak doa-doa yang kuhembuskan
bersama nafas yang semakin lemah

rembulan masih enggan beranjak dari tempatnya
ketika matahari mulai menampakkan garangnya
masih setia dia
menemani kesedihan ini

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

54 Responses to ketika rembulan enggan beranjak, menemaniku dalam kesedihan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>