Monthly Archives: December 2008
[surat] apa kabarMu hari ini, Tuhan ?
apa kabar hari ini, Tuhan ? kuharap Engkau masih tersenyum dan menunda waktu kiamat sekedar memberiku kesempatan untuk berdoa lebih banyak dan membuktikan kesungguhan saat ini, kabarku di bumi baik-baik saja masih menapaki jalan dan takdir berbekal segenggam janjiku dan … Continue reading
lowongan : jadi pendoa
bumi makin tua ! langit tak lagi biru merayu pelangi semakin jarang menari rumput hanyalah serpihan coklat kering di samping tunggak pohon mati di tanah tandus berdebu mataharikah yang semakin panas ? tampaknya semakin dekat, atau, malah hati yang merasa … Continue reading
episode : pencarian
kubebaskan mata nun kesana kutadahkan tangan, bentang langit kelipan bintang ataupun kelam kuasa-MU aku, masih memandang titik-titik makna di beranda tulis setiap kata dan arti seperti ajaran para nabi pada kutipan kitab dan aku masih bersujud hati, di kiblat-MU tetesan … Continue reading
ketika hampir terakhir
saat benak mulai menuntut untuk rebah sejenak di pembaringan yang tercarut kaki enggan untuk sekedar melangkah terkunci rapat di dekat dipan di ujung kamar itu benakku masih terpatri pada kenangan-kenangan yang aku ragu akan kembali apakah aku harus mulai berbaring … Continue reading
sebuah episode perjalanan di bumi
menunggu tetesan embun yang jatuh di tepi malam di pucuk daun mangga di samping rumah yang kuharap tak mengering mungkinkah menunggu pelangi itu ? seperti mengharap matahari di kepekatan malam sesungguhnya, telah ada sejak dulu tentang kata-kata yang bertuah yang … Continue reading
percakapan tengah malam
JALAN siapa ? tengah malam melintas di tubuhku mengganggu lelapku AKU diam… BULAN sepertinya seseorang memerankan drama kepedihan penuh lelah dan penat AKU diam… terus berjalan dalam kebisuan menikmati keramaian di dalam benak JALAN hmmm, perjalanannya membawa beban membuatku ikut … Continue reading
[nukilan] sebuah komen di blog Tuhan
berbisik sebuah nama di satu titik di jagat semesta berharap ada yang membawa kata itu ke arasy dan Kau akan mengingatku dan aku tak sekedar di loh mahfuz
pekat !
dingin tajam menghujam menyeruak sisi gelap hitam pekat menyekat dada terbekap lingkar hari bertaut menelikung dendam geram masa silam kembali terulang membumbung kesumat mendera nurani ingin melantakkanmu di telapak kaki kilat lenyap pekat menghebat dingin luluhkan nadi sepi mendera utuh … Continue reading
puisi untuk raga
raga sampai kapankah kau tanggung dunia ? terseok di balik amal dan dosa merajah bumi dengan bayanganmu yang kerap timbul dan tenggelam dan terbekap di lorong masa raga kuatkah kau sangga semua ? meretas waktu, tertitik renta berkelana lalui titian … Continue reading
setitik tentang kesungguhan
akhirnya kutoreh dalam dada dengan belati kuambil hati pada kerumunan yang menatap ragu mereka mulai mendekat lihat seksama ! tak ada hitam terhuyung kucoba tegak tetap memegang hati aku terdiam puas dengan hati tergenggam