kadang aku ingin waktu lambat berjalan
agar aku bisa menikmati semua
rasa yang tidak berujung
melihat kegelisahan orang-orang
yang hilir mudik menggapai kehidupan
dan aku ada di dalamnya
bersama merasakan kegelisahan itu
kadang aku ingin jam berhenti berdetak
biar kebahagiaan tidak cepat usai
seperti yang kurasakan kemarin
agar bisa kusimpan seluruh lukisan
kisah bersama orang-orang
yang kukenal dan yang tak kukenal
kadang aku ingin detik berlalu, lebih cepat
biar bisa kurasakan kepedihan ini
berlalu dengan ligat
sambil menikmati bahagia yang masih tersisa
bersama orang-orang yang kukenal dan yang tak kukenal
dan mengabarkan pada mereka
bahwa kepedihan ini akan cepat pergi
seiring bumi yang berputar
kadang aku ingin matahari terbit di barat
biar bisa kuulang semua sejarah
biar dapat kuhapus semua salah , yang sudah kubuat
biar bisa kulihat kembali sapaan dan senyuman
dari orang-orang yang kukenal dan tidak kukenal
agar bisa kulihat lagi kebahagian segelintir manusia, juga aku
kadang aku ingin merasakan
kepedihan dan kebahagiaan pada waktu yang sama
agar tak bisa lagi merasa, biar perasaan ini hampa
39 responses so far ↓
dobleh yang malang // Jan 28th 2009 at 6:00 pm
abang, selalu saja bikin blue merinding.
blue jadi tersadar akan sesuatu yang pasti bikin blue merasakan Satu kehilangan.
makna matahari dan terapan perih ternyata sangat sama panasnya bang namun blue coba menikmatinya saat ini dan mungkin juga nanti……….sampai menutup mata
salam hangat selalu
kenapa harus merinding, blue. bukankah setiap rasa harus dinikmati, dirasakan. meski itu tak enak buat kita. bukankah begitu ? apa toh, daya kita ?
dobleh yang malang // Jan 28th 2009 at 6:01 pm
dan kita sedang terbujur kaku menitipkan pada detik kehidupan ini agar jangan seperdetiknya meludahi ketidak nyamanan arti hangatnya matahari yang datang di sapa oleh kita atau yg bukan dari kita.
salam hangat selalu
ya,ya… aku tahu, pasti kamu lebih mengetahui ketidaknyamanan yang kamu rasakan saat ini.
dobleh yang malang // Jan 28th 2009 at 6:03 pm
tak akan pernah ada kenangn yang terlewati bang saat kita memang sudah memahami benar arti penghematan hidup yang sebenarnya hidup………sampai kita benar benar tak pernah bisa hidup kembali
salam hangat selalu
bukankah memang sesuatu itu, akan lebih memberi arti, saat semua telah lewat, blue ? atau dengan merasakan kenangan ?
dobleh yang malang // Jan 28th 2009 at 6:04 pm
dan kegelisahan akan tetap bisa rasakan saat kita benar benar mengatupkan mata kehidupan di penghujung usia kita,bang
salam hangat selalu
yap. setuju. kecuali kita bisa menikmati hidup dengan penuh keikhlasan. kegelisahan itu akan sirna.
salam…
-G- // Jan 28th 2009 at 7:25 pm
kadang aku ingin..
apa yang kuinginkan ya? Hmm… begitu banyak hal, begitu banyak kerinduan, begitu banyak buku2 dan begitu sedikit waktu untuk membacanya, begitu banyak manusia dan tidak cukup menit untuk mengenal mereka dengan baik, begitu banyak kata-kata dan tak cukup banyak pertemuan untuk membicarakannya, begitu banyak begitu banyak dan begitu sedikit untuk menampung segalanya sekaligus.
Haha.. Entahlah, yg pasti, membaca puisi ini, saya merasa menemukan ‘rasa’ yang pas.
Selamat malam, apa kabar hari ini?
selamat malam, teman geminiku.
kabarku hari ini ? seperti yang terlarik di tulisan2 itu.
meminjan katamu, terlalu banyak kata, tapi aku tak bisa mengungkapnya. terlalu banyak gambar dan kisah di kepala, malah jadinya nyumpel. terlalu banyak gembok, tapi tak kunjung jua menemukan kuncinya. pokoknya…t-e-r-l-a-l-u….*dengan gaya bang haji rhoma*
saat kamu bilang menemukan ‘rasa’ yang pas. apakah kamu juga tahu, kira2 perasaanku saat ini, G ?
sunarno // Jan 28th 2009 at 9:13 pm
kuingin detik-detik melambat
kuingin detik-detik lebih cepat
keinginan-keinginan manusiawi, jika mengenakkan inginnya janganlah cepat berlalu, sebaliknya jika pedih maka inginnya segera enyah.
pada kenyataannya rasa begitu cepat menghadapi sesuatu yang menyenangkan dan begitu lambat saat menghadapi musibah
benar, kawan. yah, dari keadaan2 seperti itulah, makanya keinginan2 di tulisan ini muncul. walaupun kalo menurut orang jawa, keinginan yang ‘aeng2′. hanya sekedar khayalan, menghibur diri…
semoga selalu menghadapi kesenangan dalam waktu yg berjalan lambat.
The Dexter // Jan 28th 2009 at 10:12 pm
Aku hanya ingin bercinta,
aku hanya ingin bermesra,
aku hanya ingin bercumbu,
aku hanya ingin melayang,
aku hanya ingin memandang,
aku hanya ingin bertautan,
dengan Tuhanku.
Kang, memang sesekali aku merindukan seperti tulisanmu, namun juga terkadang membencinya saat waktu tidak tepat mendatangiku.
Salam.
bukannya waktu yang tak tepat itu malah memicu keinginan seperti di tulisanku, bro ?
yah, jenenge wae wong urip, dab. sa’derma nglakoni apa sing wis digariske. gitu ta ?
kapan ning sampangan ? sida ta ?
-G- // Jan 28th 2009 at 10:50 pm
Sebetulnya, tentu saja saya ga tahu apa yang sedang mas Goen rasakan.. Hanya saja, sore tadi, sewaktu masuk ke kamar dan memandangi tumpukan2 buku saya tiba-tiba merasa sesuatu yg aneh, kayak ada detak yg berhenti di tengah dada, deg gitu, dan saya berpikir, astaga… begitu banyak buku2 yg ingin saya baca, begitu sedikit rasanya 24 jam. Saya, sedang berpikir untuk mulai membaca dengan lebih tekun dan menyingkirkan banyak hal yg tidak perlu lainnya, namun.. apakah mungkin, karena semakin lama, bnyk hal menjadi sama pentingnya.
Demikian pula setiap saya melihat org2 yg saya sayangi disekitar saya, sering saya merasa ingin sekali mengenal mereka lebih lagi, ingin sekali… apa ya, memeluk sampai ke pusat jiwa, itu rasanya, karena saya tahu bgmana rasanya yg seperti itu, sayang sekali moment semacam itu hanya terjadi sesekali dalam seluruh putaran waktu, hehe.. Apa pula ini yg kubicarakan??? Org disuruh menebak perasaan penulis puisi kok malah jadi curhat colongan gini ya?
Entah ya.. POKOKNYA (ini istilah sepotong kata favorit saya, yg sama alm. papa saya sering diledek: pokok2, ga ada batang ga ada ranting, pokok2 terus! huehuehuee) saat membaca tulisan ini, deg itu seperti ada penjelasannya, walaupun (pastinya) tidak sama apa yang dipikir, dirasa dan dialami, namun ada sebuah kebetulan yg sempurna di sini.
Demikianlah ocehan panjang hari ini. Selamat malam… *gaya Evie Tamala, :D*
haha….ya iyalah. bagaimana bisa kamu tahu yg kurasakan, G. kalo bisa tahu, aku yg malah jadi seneng, soalnya…pasti kamu bisa meramal juga, lumayan kan bisa nunut diramal, hehe…
. sambil manggut2, sambil memicingkan mata dan mencari kacamata, sambil ngopi… sayang, nggak mmungkinkan untuk sambil merokok. ck…
dan akupun dengan setia membaca curhat colonganmu disini
lha kalo kamu suka sama -pokoknya-, suatu kebetulan kalo aku juga suka sama -pokok’e-
hoi, hoi… satu lagi, siapa yang nulis puisi ? ini si, urek2an si goenoeng. huehehe…
*sambil cari2 lagunya ’sonet 2 band’, ni *
nita // Jan 29th 2009 at 6:53 am
uggh, penyair, aku cuma bisa bilang waktu membaca puisimu ini di google reader mataku sempat berkaca2. kadang aku juga ingin apa yg kau tuliskan itu terjadi…tapi mana mungkin
sekedar keinginan2 saja, Nit. seperti kamu bilang, mana mungkin…
yah, buat menenangkan diri sendiri, nenentramkan hati, berandai2 lah…
Nit, kamu berkaca2, bukannya karena kelilipan ?
Yoga // Jan 29th 2009 at 9:38 am
Mas Goe, aku takut dengan semua keinginanmu, karena terbayang chaos luar biasa jika semua keinginanmu itu terwujud. Asli, takut! Meski rasanya aku kerap merasakan hal itu.
Yuk, kita tanyakan ke Hiro Nakamura di serial Heroes, gimana caranya mengendalikan waktu.
ah, andai saja semua keinginan itu bisa terwujud. aku pasti akan meminta yang lebih sederhana, Mbak Yog. nggak serumit itu
. jadi…, keinginan2 itu tetaplah akan menjadi tulisan disini dan dihati.
yaataa….save the world from Sylar !
hesra // Jan 29th 2009 at 9:39 am
aku ingin, mencintai mu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
aku ingin, mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
itu puisi sapardi djoko damono, judulnya aku ingin…
puisi itu kemudian dijadikan lagu oleh sahabatnya komunitas utan kayu. bagus deh… nah…lagu itulah yang menemani saya saat menulis posting terakhir di blog (aigle, elang)…
aku ingin….
(he, koment nya ga nyambung yah…)
wah, seperti biasa…aku nggak tahu e, Hez, kalo puisinya Sapardi itu dibikin lagu. kalo puisinya sih, tau…
jadi, request berikutnya dariku adalah, tolong sekalian ‘racun’ yg ini dimasukkan sekalian ke daftar ‘racun’ yang mau kamu kirim ya, haha…
aku ingin… juga…
*konek nggak konek, dikonek2in wis
*
firhanusa // Jan 29th 2009 at 10:38 am
terkadang, saya juga ingin seperti itu,
kembali ke masa lalu …
nah, nah… ini yg perlu ditanyakan lagi.
tepatnya, Mas Arief. tepatnya, masa yang mana itu ?
Blog Competition 2009 // Jan 29th 2009 at 1:28 pm
aku juga pengen
wah, kalau Pak Budiakso ini, pasti inginnya jadi presiden saja.
bukan begitu pak ?
-G- // Jan 29th 2009 at 3:26 pm
Hwahahahahaaaaa….. Mas Goen, sy jadi ngakak deh tuh baca jwban mas ke komentar Pak Budiakso.. (^^,)
Jawabannya: Bukan atau Begitu? hihihihiii…
lhoh, bener ta, G ? bukannya beliau memang berniat mencalonkan diri jadi presiden ?
ya, tinggal jawabannya mau ‘bukan’ atau ‘begitu’. nah, itu terserah beliau, heheheh….
bukan atau begitu, G ?
p u a k // Jan 29th 2009 at 4:05 pm
Ya,..jika..aku boleh menikmati kebahagiaan itu saja..
Apa khabar mas goenoeng..
Sekali2 cerita dong..jangan puisi terus..
ya, jika saja boleh milih ya, mbak ?
baik, mbak puak. kabar baik juga kan ?
wah, cerita ya. aku nggak bisa kalo disuruh bikin cerita e… haha…
marsudiyanto // Jan 29th 2009 at 4:27 pm
Aku ingin sesutu yang juga diinginkan orang.
nah, kalau ini adalah salah satu naluri manusia nggih, Pak ?
Brigadista // Jan 29th 2009 at 8:45 pm
aku juga ingin,………. ingin apa ya??!!!
ingin apa hayo… kalo udah tahu bilang2 ya, siapa tahu bisa bareng2
Atca // Jan 29th 2009 at 9:03 pm
kadang aku juga ingin seperti yang kau inginkan
kadang aku juga ingin bisa seperti yang kau tuliskan
mengungkapkan pikiran dengan tulisan..
dan membuatnya menjadi bait yang indah
walaupun sebetulnya isinya mengharukan..
hiks…
maaf nih….nyambung ngga ya??ngga bisa bikin puisi yang bagus nihhhlagi pengen belajar he..he..
hehe… nyambung aja. wong ini juga tentang keinginan2 ta ?
eh, ini bukan puisi lho, hanya sekedar tulisan2 thok kok.
kamupun bisalah, kalo hanya nulis seperti tulisanku. pasti bisa deh, coba saja.
kalo belum dicoba, siapa yg tahu bisa atau nggaknya kan ?
oke ? oke ?
Juliach // Jan 29th 2009 at 10:39 pm
aku pengen beli lensa 100-500mm supaya lebih bisa mengabadikan waktu yang akan berlalu!
aku dulu pengen punya nikon fm5, plus lensa tele.
eh, belum kesampaian sudah masuk jaman digital.
nah, sekarang jadinya pengen punya DSLR plus lensa 100-500mm juga.
hehe…sama ya ? sayangnya belum kesampaian !
Michael Siregar // Jan 30th 2009 at 3:46 am
Bah, ternyata Mas Goenoeng tak pernah berubah … malah makin mantep menorehkan pena dengan lukisan dan liukan kata yang dapat menggugah jiwa, menyentuh rasa, meraba indera …ah… seandainya aku bisa ……
BTW maaf Mas saya agak lama nggak kemari, apa kabar Mas ….
Salam dari Belgia …….
horas bah !
belgia ? bah, abang yang satu ini, gemar kali ‘loncat2′. cam mana pulak.
dan pujian Bang Michael ini, kayaknya terlalu melambung deh, buat saya, haha…
tulisan abangpun bisa membuat saya seperti ikut dalam alunan cerita lho…
kabar saya baik. sampeyan juga sudah sehat kan ? buktinya sudah sampai belgia ni…
mauliate Bang Micheal, sudah bertandang kemari lagi.
hanhan // Jan 30th 2009 at 11:33 am
Seandainya waktu dapat berputar…… Namun mungkin lebih baik tetap seperti ini dan biarkan kenangan itu tetap ada dalam pikiran kita……
Mantab Mas tulisannya……
seandainya ya, Mas….
tapi saya tetap berandai2 lho ini, haha…
matur nuwun ya…
hesra // Jan 30th 2009 at 12:48 pm
ok…siap, 86!
ada beberapa lagi yang juga dijadikan lagu…dengan vokal perempuan yang syahdu… hutan kelabu, hatiku selembar daun, ning, hujan bulan juni, dan lain-lain….satu album deh….hehehe…..
mau…mau…?
oy, ada alamat facebook ga mas?
nah, ada banyak ta ? mending semuanya deh.
kenapa meracuni harus tanggung2, hez ? sekalian saja, biar klenger langsung,haha…
yang pasti…, mau kumendan !
FB ? dah beres kan…
genthokelir // Jan 30th 2009 at 6:37 pm
KADANG AKU INGINI KAUDATANG
Kadang aku ingini kau dekat
Kadang aku ingini kau jelang
kenapa menghilang
kadang aku rindu…..
wah, lha ini yang saya mau minta maaf.
dengan menyesal, waktu itu saya ndak bisa datang e…
lain waktu ya, Mas Tok. saya akan mampir.
dan saya akan mampir ke ‘rumah’ sampeyan yang satunya.
kalo yg ini…, saya on the way, haha…
dobleh yang malang // Jan 30th 2009 at 7:43 pm
bang…
aku ingin abang datang di fc
harus, ya,bang
salam hangat selalu
o,o…pada saat kamu menulis komen ini, aku pasti baru menghabiskan berbatang2 rokok sambil melihat tetes air dan ikan, blue…
maafkan…
mascayo // Jan 31st 2009 at 2:06 am
hanya terkadang aku ingin
selebihnya aku tak ingin
aku ingin disini, hanyut seirama aliran waktu yang berlalu
tentunya Mas Cahyo sudah mendapatkan dan menikmati apa yg diinginkan,
atau… saya perlu banyak belajar ilmu bersyukur dan ilmu ikhlas dari sampeyan
Ikkyu_san // Jan 31st 2009 at 9:04 am
kadang aku ingin satu hari 36 jam
agar aku bisa punya waktu untuk santai
membaca buku dan blogwalking ke semua teman mayaku
mungkin itu saja yang aku ingin…. WAKTU
karena kutahu waktuku tinggal sedikit
EM
whaduh, Mbak Imel.
kok tahu waktunya tinggal sedikit ?
waktu akan berlalu cepat saat kita senang, ya mbak.
tapi akan terasa lemot, saat berhadapan dengan sebaliknya.
ika // Jan 31st 2009 at 12:43 pm
asal jangan baterei di jam dicopotin ya mas..
atau mau bikin time tunnel??
woo…hampir saja saya copoti mbak, untung terus baca komen ini. nggak jadi deh…
saya nggak mau bikin time tunnel kok, repot. mending minta tolong superman saja, lebih praktis…
Mikekono // Jan 31st 2009 at 1:59 pm
kadang aku ingin
bersamamu selamanya
tapi kita tak mungkin
bersama lagi walau sesaat
sebab dirimu
telah pergi bersamaNya
Bang Mike, apa ada kisah sedih dibalik puisi abang ini ?
selamat malam mingguan…
yessy muchtar // Jan 31st 2009 at 5:26 pm
waduh..
kalo aku bilang …aku ingin ..KAMU..bang?
Gimana?
ah, yang bener Yess…
waduh juga…
dobleh yang malang // Jan 31st 2009 at 6:26 pm
bang…………….malam mingguan lagi sendiri lagi dach ok
salam hangat selalu
ya dinikmati ta bro, mumpung sendiri…
Kwek Lie Na // Jan 31st 2009 at 7:59 pm
Semua sudah diatur sang Pencipta dengan bijaksana
Hanya manusia tak pernah puas akan semua yang telah dia terima
Keegoisan dan keakuan selalu berpeluk erat dengan kita
Sehingga kita selalu merasa tak cukup adanya waktu, …mimpi,… kebahagian,… keindahan… dll …kita punya
karena satu hal yang kita lupa…”bersyukurlah!”
Akan waktu…akan kebahagian..akan bumi..akan tatasurya…akan hidup ini
Bersyukurlah akan apa yang ada
Sehingga hidup kita bisa lebih berwarna dan bermakna serta memiliki hati yang bahagia
Hallo sobat, malam minggu ini akan ku nikmati karya-karyamu…yang banyak tertunda kunikmati…
Selamat menikmati akhir pekan yang paling membahagiakanmu bersama keluarga!
menerapkan ilmu ikhlas dan syukur, itu yang baru kupelajari, Aling.
karena sebenarnya aku sadar, bahwa bahagia adalah dari perasaan cukup, syukur dan ikhlas.
cuma, kadang sebagai manusia, aku susah untuk menerima itu.
selamat malam mingguan, sobat. semoga kamu telah menemukan arti kata itu.
dyahayu // Jan 31st 2009 at 10:47 pm
Kadang harus merasakan yang tak diinginkan…
Kadang harus kehilangan yang sangat di harapkan…
Kadang….kekecewaan…kemarahan…seperti tak berujung…
Ah kadang….banjir pun datang he..he..
malam mas goen….
malam, mbak dyah…
weeh, belum tidur ta ? apa habis jalan2 nih ?
whalaaah, apa kena banjir juga ?
ck, terlalu banyak pertanyaan malah di komen saya ya, hehe…
Retie // Jan 31st 2009 at 11:21 pm
Aku hanya ingin waktu segera membuktikan bahwa apa yg telah dia perbuat itu salah….
Aku ingin dia sadar aku membutuhkannya…
weitz… apa pulak ini boss ?
wah, wah… boleh nih, cerita2. siapa tahu bisa membantu meringankan pikiran.
Nug // Feb 1st 2009 at 1:20 am
Kadang ku ingin
Ikuti darah serakahku
Miliki semua kebahagiaan kehidupan
Tanpa peduli apakah itu berarti kesedihan bagi orang lain
Kadang ku ingin
Nikmati keindahan rasa kehidupan
Dan menghentikannya disuatu titik waktu
Membiarkannya menjadi milikku sendiri
Kadang ku ingin
Akh.. betapa banyak keinginanku
Dan betapa egoisnya wujudku
Apakah masih juga aku pantas punya keinginan?
Setelah begitu banyak kenikmatan
Menyelimuti hari-hariku..?
keinginan setiap orang tidaklah sama
kesedihan seseorang, belum tentu kesedihan buat orang lain
nilai kenikmatan, juga relatif
ada rasa dan sesuatu, yg hanya bisa diungkap seseorang pada titik tertentu
yang pasti aku masih ingin, menikmati sesuatu…
latree // Feb 2nd 2009 at 9:55 pm
you don’t always get what you want
korek berat ! itulah hidup…
Daniel Mahendra // Feb 3rd 2009 at 12:11 pm
Dan kadang aku ingin
; semua dimulai kembali dari kilometer 0.
aku, cuma ingin kembali ke titik istirahat terdekat, kilometer tengah2.
marshmallow // Feb 6th 2009 at 7:10 am
sayangnya kalau kita bahagia, waktu serasa cepat banget berlalu.
kalau sedang duka, waktu kok terasa membeku, ya?
hmm… optical illusion of life?
iya, salah satu permainan perasaan saja kalo menurutku. padahal, hakikatnya sama saja dalam jumlah waktunya. hanya perasaan yg mempengaruhi panjang pendeknya. eh… jangan2 ini juga termasuk di teori relativitas einstein, hehehe…
nadin // Feb 24th 2009 at 11:28 pm
mas goe…
kalau kesedihan dan kebahagiaan datang bersama, apakah lalu yang hadir adalah rasa hampa?
tidak bolehkah mereka berjalan seiring
dan pada saat yang bersamaan
membiarkan diri kita penuh dengan perasaan?
saya juga punya banyak ingin
tapi yang paling tidak mungkin
hadir dalam bentuk cinta yang memudar
meskipun saya berharap tidak menghilang…
sebenarnya, mbak nadin.
pada saat perasaan hampa, saya nggak tahu, apakah itu sedih atau bahagia.
pada saat hampa, sepertinya dua hal itu tak akan berpengaruh pada perasaan hati.
bisa jadi kehampaan itu dipicu oleh kesedihan. atau… karena keinginan yg tak kunjung terjawab ? entahlah…
soeryani atmadja // Mar 10th 2009 at 12:23 pm
puisinya bangus banget. terasa menusuk jauh ke dalam hati gitu…
oya ? makasih banget ya…
Leave a Comment