Tag Archives: doa

lowongan : jadi pendoa

bumi makin tua ! langit tak lagi biru merayu pelangi semakin jarang menari rumput hanyalah serpihan coklat kering di samping tunggak pohon mati di tanah tandus berdebu mataharikah yang semakin panas ? tampaknya semakin dekat, atau, malah hati yang merasa … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , | 36 Comments

di tepian hari

aku duduk, merenung di salah satu anak tangga yang terlindung kubah dan itu di terasnya di bawah kesunyian bersedekap menunggu membiarkan air mata jatuh menjadi manik pasir sebuah tempat telah kusiapkan untuk menulis pesan yang kutunggu dan kesunyianpun masih terus … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 1 Comment