Tag Archives: perih

sesuatu menghujam, perih

retaklah malam, menelusup singkirkan hingar bingar. saatnya sunyi. harum tanah, basah serpihan-serpihan berserak melayang, melayang pahit berputaran, berpusar liar menjemput getir ingin teriak membelah langit menikam bulan memburai pekat masih berkudung murka, merajalela hati, hampir pecah terlindas luluhlantakkan setiap sendi, … Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 37 Comments